Tampilkan postingan dengan label teknik sipil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label teknik sipil. Tampilkan semua postingan

Minggu, November 25

Cara Membaca Simbol/Kode Keterangan Besi Tulangan

Sebagai seorang teknik mungkin sudah mengetahui ini ,tapi apa salahnya kalau kita berbagi bagi yang kurang mengerti ,heheheh..
saya yakin informasi yang saya tulis ini banyak dicari siswa dan mahasiswa baru yang masuk dijurusan t.sipil atau gambar, ya wajar dulu saya juga ngga tau juga :).
ini beberapa contoh cara membaca simbol diameter besi yang benar


Ø10-4 atau 4Ø10 ini dapat dijelaskan ada 4 buah tulangan (besi polos) yang mempunyai diameter 10mm.

Ø8-150 ini biasanya untuk penulisan keterangan tulangan geser atau beugel ,dapat dijelaskan besi diameter 8mm dipasang dengan jarak 150mm.


semoga bermanfaat.

Selasa, Oktober 2

Pengertian Rencana Anggaran Biaya (RAB)


Rencana anggaran biaya adalah merencanakan sesuatu bangunan dalam
bentuk dan faedah dalam penggunaanya,beserta besar biaya yang diperlukan dan
susunan-susunan pelaksanaan dalam bidang administrasi maupun pelaksanaan
kerja dalam bidang teknik.Dimana Rencana Anggaran biaya merupakan perkiraan
perhitungan biaya-biaya yang diperlukan untuk tiap pekerjaan dalam suatu proyek
konstruksi sehingga diperoleh biaya total yang diperlukan untuk tahap
penyelesaian proyek pekerjaan konstruksi. Rencana anggaran biaya dihitung
berdasarkan gambar-gambar rencana dan spesifikasi yang mudah ditentukan serta
upah tenaga kerja dan alat kerja.Dalam proses konstruksi, estimasi meliputi
banyak hal yang mencakup bermacam-macam maksud dan kepentingan bagi
berbagai manajemen dalam organisasi.

Contoh Perhitungan Bekisting Tangga





Perhitungan Volume Bekesting Anak Tangga (20/30)
Optrade = 0,20 m
Lebar Anak Tangga = 1,4 m
Jumlah Anak Tangga = 14
Sehingga :
V1 = O x L x Jumlah Anak Tangga
V1 = 0,20 x 1,4 x 7 = 1,96 m2
Perhitungan Volume Bekesting Anak Tangga (20/15)
Optrade = 0,20 m
Lebar Anak Tangga = 1,4 m
Jumlah Anak Tangga = 1
Sehingga :
V1 = O x L x Jumlah Anak Tangga
V1 = 0,20 x 1,4 x 1 = 0,28 m2
Jadi jumlah Volume V1=1,96 + 0,28 = 2,24 m²
Perhitungan Volume Bekesting Plat Tangga
Tebal Plat = 0,17 m
Lebar Plat = 1,4 m
Panjang Plat = 6,82m
Sehingga :
V2 = ( L x P ) + ( T x P ) x 2

V2 = ( 1,4 x 6,82) + ( 0,17 x 6,82 ) x 2 = 11,86 m2
Perhitungan Volume Bekesting Plat Bordes
V3 = 1,25 x 2,75 = 3,44 M2
Sehingga Volume Keseluruhan Untuk Pekerjaan Pengecoran
Tangga lantai 1 ke lantai 2
Vtotal = ( (V1 + V2 )x 2 ) + V3
Vtotal = ( (2,24 + 11,86 ) x 2 ) + 3,44 = 31,64 m2

Kamis, September 6

Cara Menghitung Harga Satuan Pekerjaan

Koefisien analisa harga satuan adalah angka-angka jumlah kebutuhan bahan maupun tenaga yang diperlukan untuk mengerjakan suatu pekerjaan dalam satu satuan tertentu. Koefisien analisa harga satuan berfungsi sebagai pedoman awal perhitungan rencana anggaran biaya bangunan.

Harga satuan pekerjaan = Volume pekerjaan x analisa harga 



Contoh koefisien analisa harga satuan bangunan: Misalnya untuk 1 m2 pekerjaan plesteran dinding dengan tebal 15 mm, koefisien analisa harga satuannya seperti berikut .


Angka-angka diatas merupakan koefisien harga analisa satuan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan 1 m2 pekerjaan plesteran 1 pc : 4 ps dengan tebal 15 mm, misalnya untuk menyelesaikan plesteran 100 m2 dibutuhkan Bahan
5,2 kg semen x 100 m2 = 520 .
Jadi jumlah harga semen untuk plesteran 1 pc : 4 ps dengan tebal 15 mm adalah : 520  x Rp 1.600,00 = Rp.832.000,00

 · 0,02 m2 pasir pasang x 100 = 2 m2.
 Jadi jumlah harga pasir untuk plesteran 1 pc : 4 ps dengan tebal 15 mm adalah : 2 m3 x Rp 235.000,00 = Rp 470.000,00

Tenaga
· Pekerja 0,20 OH x 100 m2 = 20
 Artinya 1 pekerja bisa menyelesaikan plesteran 100 m2 dengan durasi waktu 20 hari , atau 20 pekerja bisa menyelesaikan plesteran 100 m2 dengan durasi 1 hari.
 Atau 100 : 20 = 5 m2/hari.

· Tukang 0,15 OH x 100 m2 = 15
 Artinya 1 tukang bisa menyelesaikan 100 m2 dengan durasi waktu 15 hari , atau 15 tukang bisa menyelesaikan plesteran 100 m2 dengan durasi 1 hari. Atau 100 : 15 = 6,7 m2/perhari.

 · Kepala tukang 0,015 OH x 100 m2 = 1,5
 · Mandor 0,01 OH x 100 m2 = 1 ·
 Jika 4 pekerja mampu menyelesaikan 20 m2 dalam sehari ,maka pekerjaan plesteran 100 m2 dapat diselesaikan dengan durasi waktu 5 hari.

 Upah Tenaga
 · 4 pekerja x 5 hari x Rp 60.000,00 = Rp 1.200.000,00
· 3 tukang x 5 hari x Rp 80.000,00 = Rp 1.200.000,00
 · 1,5 kepala tukang x Rp 90.000,00 = Rp 135.000,00
· 1 mandor x 1 hari x Rp 85.000,00 = Rp 85.000,00

Dengan tenaga tukang yang mampu menyelesaikan 6,67 m2 dalam sehari , maka dibutuhkan 3 tukang untuk menyelesaikan 20 m2 dalam sehari .
 Jadi untuk menyelesaikan 100 m2 pekerjaan plesteran 1 pc : 4 ps setebal 15 mm dalam waktu 5 hari,dibutuhkan 4 pekerja , 3 tukang , 1,5 kepala tukang dan 1 mandor ,
dengan rincian biaya:
 Bahan: Rp 832.000,00 + Rp 470.000,00 = Rp 1.302.000,00

 Upah Tenaga : Rp 1.200.000,00 + Rp 1.200.000,00 = Rp 2.400.000,00

 Bahan + Upah Tenaga = Rp 1.302.000,00 + Rp 2.400.000,00 + Rp 135.000,00 + Rp 85.000,00 = Rp 3.992.2000,00

Harga tersebut sama kalau diambil dari jumlah harga satuan analisa dikalikan dengan jumlah volume pekerjaan: Rp 39.220,00 x 100 m2 = Rp 3.992.2000,00