Rabu, Desember 22

KESIAPSIAGAAN DAN TANGGAP DARURAT

*KESIAPSIAGAAN DAN TANGGAP DARURAT*

**KEADAAN DARURAT**
Situasi yang perlu dipertimbangkan/diindentifikasi sebagai keadaan darurat adalah kebakaran, pencemaran atau tumpahan bahan kimia, banjir, angin topan/badai, huru-hara, ledakan dan lain-lain.

**PERSIAPAN KEADAAN DARURAT**
-Mengindentifikasi secara jelas keadaan darurat yang mungkin/berpotensi terjadi didalam maupun diluar tempat kerja.
-Menyediakan peta evakuasi dan titik berkumpul yang telah ditentukan dan dikomunikasikan ke seluruh karyawan.
-Menyediakan tim penanggulangan keadaan darurat terlatih.
-Menyediakan dan memelihara sarana penamggulangan/evakuasi keadaan darurat
-Menyediakan prosedur untuk mencegah dan mengantisipasi keadaan darurat.
-Melakukan uji coba secara periodik beberapa prosedur yang dapat dipraktekkan.
-Mereview dan merevisi prosedur tanggap darurat bila diperlukan berdasarkan pengalaman.
-Memeriksa, menguji dan memelihara sarana atau proteksi keadaan darurat seperti : APAR, Hidran, Detector, Sprinkler, pompa hidran dan lain-lain.

**PETUNJUK MENGHADAPI KEADAAN DARURAT**
-Jangan panik
-Kenalilah lokasi alarm kebakaran terdekat dan cara untuk menyalakan alarm tersebut
-Kenalilah lokasi alat pemadam kebakaranterdekat dan cara menggunakannya.
-Setiap orang wajib mengetahui peta/rute evakuasi di area tempat kerja dan kapling tempat berkumpul untuk masing-masing bagian.
-Benda-benda yang mudah terbakar harus dijauhkan dari sumber api.
-Padamkan kebakaran itu dengan apa saja yang dapat memadamkan api (karung basah, pasir, serta APAR/alat pemadam api ringan)
-Keterlambatan dalam bertindak akan dapat mengakibatkan kebakaran yang tidak terkendali.
-Bila api tidak dapat dipadamkan seorang diri minta bantuan pada karyawan terutama pada anggota tim keadaan darurat.
-Bila api tidak dapat dipadamkan juga, minta bantuan karyawan lain untuk memecahkan tombol serine tanda kebakaran.
-Telepon ke operator untuk memberitahukan adanya kebakaran serta lokasi kebakaran. Sehingga dapat diumumkan kepada seluruh karyawan.
-Selamatkan diri anda masing-masing bila memungkinkan selamatkan dokumen penting.
-Bagi karyawan yang tidak melihat sumber api jika terdengan sirine evakuasi, segera berjalan menuju tempat evakuasi yang telah ditentukan dan lakukan perhitungan crewnya.


**Permenaker No.04/men/1980 Klasifikasi kebakaran**
-Kelas A (Kebakaran dari jenis bahan padat kecuali logam yang mempunyai ciri jenis kebakaran yang meninggalkan arang dan abu yang mengandung karbon.
-Kelas B (Kebakaran dari jenis bahan cair dan gas. Unsur bahan tersebut mengandung hidrokarbon darin minyak bumi dan turunan kimianya).
-Kelas C (Merupakan kebakaran pada peralatan listrik yang bertegangan).
-Kelas D (Kebakaran dari bahan logam)

**SUMBER-SUMBER KEBAKARAN**
-Listrik (tidak berfungsinya pengaman, Kegagalan isolasi, sambungan tidak sempurna, penggunaan peralatan tidak sesuai standar)
-Rokok (Merokok ditempat terlarang, membuang puntung rokok sembarangan)
-Gesekan mekanik (timbulnya panas karena kurang pelumas pada bagian peralatan/mesin yang berputar.)
-Pemanasan berlebihan (pesawat pengering oven tidak terkontrol)
-Api terbuka (Penggunaan api pada tempat-tempat terdapat bahan mudah terbakar)
-Permukaan panas (Kontak langsung instalasi atau peralatan panas yang tidak terlindungi)
-Latikan bara pembakaran (Bunga api dari knalpot motor diesel atau kendaraan angkutan)
-Mechanikal spark (bunga api mekanik) sejenis letikan bunga api dari mesin gerinda.
-Pengelasan (Pekerjaan pengelasan atau pemotongan dengan las)
-Listrik statis (loncatan api akibat akumulasi listrik yang statis yang pada umumnya terjadi karena gesekan pada bahan non konduktor.
-Sambaran petir (obyek-obyek yang tidak dilindungi instalasi penyalur petir atau penyalur petir yang tidak memenuhi syarat.
-Reaksi kimia (Reaksi dari unsur kimia)
-Radiasi (panas matahari, dapur peleburan)
-Broeing (Penangasan/Spontaneous combustion) proses tanpa oksigen (anaerobik) pemanasan yang berjalan lambat dan terus menerus sehingga membentuk gas methane yang panas dan akan menyala apabila ada oksigen. (Tumpahan sampah, gudang kurang ventilasi)

2 komentar:

Adi Pujianto mengatakan...

aku minta daftar pustakanya dong... artikelnya bagus... :)

Farid Kundori mengatakan...

kalo untuk referensi tugas ,ini juga bisa diambil pustaka internetnya :)